Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/asian-woman-coughing-feeling-sick-sitting-blanket-with-scard-cold-apartment-saving-heati_36505250.htm
Batuk berdahak memang sering kali membuat serba salah. Saat sedang rapat, mengobrol, atau bahkan mencoba tidur, rasa gatal di tenggorokan dan dorongan untuk batuk bisa sangat mengganggu. Meski terasa menyebalkan, batuk berdahak sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan lendir atau kotoran dari saluran pernapasan.
Namun, bukan berarti Anda harus pasrah dan menunggu hingga sembuh sendiri. Ada banyak langkah perawatan di rumah yang bisa membantu meringankan gejala tersebut. Simak panduan lengkapnya di bawah ini.
Kenapa Batuk Berdahak Bisa Muncul?
Batuk berdahak biasanya menandakan adanya iritasi atau infeksi di saluran napas, seperti flu biasa. Tubuh memproduksi lebih banyak lendir untuk menjebak virus atau debu, dan batuk berfungsi mendorong lendir tersebut keluar. Selain flu, faktor lingkungan seperti asap rokok, debu jalanan, hingga naiknya asam lambung juga bisa menjadi pemicunya.
9 Langkah Perawatan Rumahan yang Efektif
Kunci utama penyembuhan batuk ringan adalah kenyamanan dan hidrasi. Berikut adalah cara meredakan batuk alami yang aman dan praktis untuk dilakukan di rumah:
1. Perbanyak Asupan Cairan
Jangan remehkan kekuatan air putih. Minum air yang cukup adalah cara termudah untuk mengencerkan dahak yang kental. Semakin encer dahaknya, semakin mudah ia dikeluarkan dari saluran napas.
2. Minuman Hangat
Selain air putih, minuman hangat seperti teh herbal, kuah kaldu, atau air jahe bisa memberikan rasa nyaman pada tenggorokan yang sakit dan membantu melegakan pernapasan.
3. Madu dan Lemon
Kombinasi klasik ini terbukti ampuh. Lemon membantu memecah lendir, sementara madu melapisi tenggorokan yang iritasi. Namun ingat, madu hanya boleh diberikan untuk anak di atas usia 1 tahun dan orang dewasa.
4. Terapi Uap Sederhana
Menghirup uap hangat dapat membantu melunakkan lendir di rongga hidung dan dada. Anda bisa menggunakan shower air hangat atau menghirup uap dari mangkuk berisi air panas secara hati-hati.
5. Gunakan Pelembap Udara (Humidifier)
Udara yang terlalu kering, terutama di ruang ber-AC, bisa memperburuk iritasi tenggorokan. Menggunakan humidifier bisa membantu menjaga kelembapan, asalkan alatnya dibersihkan secara rutin agar tidak berjamur.
6. Jauhi Asap Rokok dan Polusi
Selama masa penyembuhan, hindari paparan asap rokok sebisa mungkin. Asap rokok melumpuhkan rambut-rambut halus di saluran napas yang bertugas membersihkan kotoran, sehingga batuk akan sulit sembuh.
7. Bilas Hidung dengan Larutan Saline
Jika batuk disebabkan oleh lendir yang turun dari hidung (post-nasal drip), semprotan hidung saline bisa membantu membersihkan saluran hidung dan mengurangi lendir berlebih.
8. Permen Pelega Tenggorokan
Untuk orang dewasa, mengisap permen pelega (lozenges) dapat membantu meredakan rasa gatal di tenggorokan. Hindari memberikan permen ini pada balita karena risiko tersedak.
9. Posisi Tidur Setengah Duduk
Saat malam hari, cobalah tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi menggunakan bantal tumpuk. Posisi ini memanfaatkan gravitasi agar lendir tidak menumpuk di tenggorokan yang memicu batuk sepanjang malam.
Kapan Harus Waspada?
Segera konsultasikan ke dokter jika batuk tidak kunjung membaik setelah 3 minggu, atau jika disertai gejala mengkhawatirkan seperti sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, atau batuk berdarah.
Pilihan Obat yang Tepat
Jika cara alami dirasa belum cukup membantu, penggunaan obat batuk bisa menjadi solusi tambahan. Pastikan Anda memilih produk yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan anggota keluarga.
Khusus untuk buah hati, pilihlah sirup batuk herbal anak yang formulanya aman dan efektif mengencerkan dahak. Salah satu pilihan yang bisa diandalkan adalah Prospan, yang dikenal efektif meredakan batuk berdahak. Selalu baca aturan pakai sebelum mengonsumsi obat apa pun.
Dengan istirahat cukup dan perawatan yang tepat, batuk berdahak biasanya akan mereda dan Anda bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.
